PANGGILAN DAN SEBUTAN BERDASARKAN HUBUNGAN PERGURUAN


PANGGILANARTI dan KETERANGAN
PRIAWANITA
Thay-sucouwThay-sucouwBuyut Guru (gurunya kakek-guru atau nenek-guru)
SucouwSucouwKakek Guru dan Nenek Guru (gurunya guru)
Supek-couwKakek Guru (kakak seperguruannya kakek-guru)
Susiok-couwKakek Guru (adik seperguruannya kakek-guru)
SuhuSuboGuru
SupekSukouwPaman Guru dan Bibi Guru (kakak seperguruan- nya guru)
SusiokSukouwPaman Guru dan Bibi Guru (adik seperguruannya guru
SuhengSuciKakak Seperguruan
SuteeSumoiAdik Seperguruan
TohjieTohjieMuridku (panggilan guru kepada muridnya)
TeecuTeecuMurid (murid menyebut diri sendiri kepada gurunya)
SutitSutit-lieMurid Keponakan (muridnya suheng, suci, sutee atau sumoi)



URUTAN DALAM PANGGILAN


Jika seorang guru memiliki beberapa murid, maka panggilan antara murid yang satu dengan lainnya dilakukan berdasarkan urutan penerimaan sebagai murid, bukan usia atau tingkat kepandaian sang murid.

YANG DIPANGGIL
NOPEMANGGILABCDE
1A (laki-laki)jie-sumoisam-suteesie-suteengo-sumoi
2B (perempuan)twa-suhengsam-suteesie-suteengo-sumoi
3C (laki-laki)twa-suhengjie-sucisie-suteengo-sumoi
4D (laki-laki)twa-suhengjie-sucisam-suhengngo-sumoi
5E (perempuan)twa-suhengjie-sucisam-suhengsie-suheng

Jika A, B, C, D dan E masing-masing mempunyai murid, maka panggilan para murid itu akan menjadi sebagai berikut.

YANG DIPANGGIL
NOPEMANGGILABCDE
1Murid Asuhujie-sukouwsam-susioksie-susiokngo-sukouw
2Murid Btwa-supeksubosam-susioksie-susiokngo-sukouw
3Murid Ctwa-supekjie-sukouwsuhusie-susiokngo-sukouw
4Murid Dtwa-supekjie-sukouwsam-supeksuhungo-sukouw
5Murid Etwa-supekjie-sukouwsam-supeksie-supeksubo


28 komentar:

  1. salam suhu, teecu merasa sangat terhormat berkesempatan berkunjung ke blog suhu ini, ... Thian memberkati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dunia kangouw juga merasa terhormat sekali mendapat kunjungan mas Novi.
      Salam.....

      Hapus
    2. Salam untuk lihiap.
      .

      Hapus
  2. saya mengucapkan terima kasih karena dapat men-download tiga cersil terkenal dari "Dunia Kangouw" (saya berasumsi bahwa saya mendapat izin dari suhu sebagai pemilik blog). Ketiga cersil itu yaitu Istana Pulau Es ( oleh Asmaraman S Kho Ping Hoo), Api di Bukit Manoreh seri-2 ( oleh SH Mintardja ) dan Senopati Pamungkas buku pertama ( oleh Arswendo A ) saya pergunakan sbg bahan tulisan (dan observasi) saya (bisa di lihat di http://www.anta.co.id/2018/05/wordclouds-cerita-silat-indonesia.html )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga sudah mampir di blog ini, Mas.
      Silakan saja, semua isi blog ini memang boleh dimanfaatkan oleh semua orang.
      Salam.....

      Hapus
    2. Thanks mas, sudah mampir dan drop komen di website saya. tetap semangat ... tetap membaca cersil

      Hapus
    3. Haiiyyaa,
      Omitohud !
      Amitaba !
      Siancay !
      Kionghi !

      Hapus
  3. terima kasih suhu, blognyasangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga sudah membaca blog ini, mas Ches.
      Syukurlah kalau bermanfaat.
      Salam.....

      Hapus
  4. sangat suka dengan blog ini, thanks banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat suka dengan komentar ini.
      Thanks juga sudah membaca blog ini.
      Salam.....

      Hapus
  5. Suka suka suka...makasih banyak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih... makasih... makasih.
      Salam.....

      Hapus
  6. Senang bisa baca cerita2 Kho Ping Hoo di sini, thank you

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih juga, bung Jonah.
      Saya juga senang sudah membuat orang lain menjadi senang.
      Salam.....

      Hapus
  7. Wah salut ada yg punya passion bikin blog beginian. Thank you.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga sudah membaca blog ini, Ki Atmo.
      Salam.....

      Hapus
  8. Terimakasih telah membagi serial cerita kang-ouw kepada saya. Ayah saya kembali bernostalgia saat membacanya "kembali"saat beliau muda gemar sewa buku Kho Ping Ho, walaupun sekarang sudah dalam versi berbeda (pdf). Terimakasih sekali lagi Godbless!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga sudah berkelana di DUNIA KANGOUW, bung Rio.
      Salam buat ayah.....

      Hapus
  9. Agak bingung nyarinya ya, karena abjadnya nggak sesuai, tapi diurut berdasar artinya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tabel yang ini memang ngga diurutkan berdasarkan alfabet, tetapi berdasarkann tingkatan dalam perguruan.
      Salam.....

      Hapus
  10. saya mulai senang cersil dari tahun 2006 pas ke toko buku loakan dapet cersil Wiro sableng 212 episode bola bola iblis di latanahsilam.
    kemudian 2013 ngeliat pak bos di kantor baca online cersil kho ping hoo. hihihi
    dan pas jadi wiraswasta tahun 2016, googling cersil kho ping hoo dan download versi PDF dari blog ini. langsung deh jatuh cinta dari serial bu kek siansu.
    sampai sekarang, saya masih lanjut baca berurutan, sudah sampai serial pedang kayu harum di sub seri harta karun jengis khan.

    ternyata, saya sudah 4 tahun jadi pengunjung setia blog ini. membaca di sela istirahat.

    terima kasih suhu, teecu menghargai jasa-jasa suhu. semoga thian memberkati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga sudah menjadi pembaca setia blog ini.
      Amiiinn.. semoga Tuhan memberkati kita semua.
      Salam.....

      Hapus
  11. Terima kasih Suhu sudah berbagi literasi dunia kangau. saya jadi kembali lagi ke masa SMA tahun 1981-1983. Dari baca cersil inilah saya menjadi kutu buku. Semoga Tuhan memberi kesehatan dan keberkahan kepada kita. Aamiin.

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. Terima kasih Suhu. Saya tertarik cerita Silat China sejak kecil sekitar tahun 1970 , waktu itu masih kelas IV SD di pelosok Boyolali Jawa Tengah. Baru hari ini saya tidak sengaja buka bolg suhu. Terima kasih banget.

    Masih ada karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo yang pernah saya baca , belum terupload di sini. Kepengin baca lagi, kalau bisa tolong suhu carikan dan upload. 1. Geger Boyolali (berbahasa Indonesia). 2. Lintang-lintang dadi seksi (Berbahasa Jawa). Terima kasih suhu.

    BalasHapus

DUNIA KANG-OUW © 2008 Template by:
SkinCorner