SIN TIAUW HIAP LU : PENDAHULUAN


Musim rontok,
Nona Kanglam petik teratai di pinggir sungai,
Lengan baju sempit,
kun-nya enteng melambai-lambai,
Sepasang gelang emas,
lapat-lapat kelihatan

Bayangan muka (atas air),
memetik bunga,
bunga laksana muka
Hati tergoncang,
ibarat getaran tali tetabuhan ceng.

Di tikungan Sungai Keecio,
gelombang badai datangnya terlambat,
Halimun tebal,
asap enteng beterbangan,
Tapi si dia yang ditunggu,
tak juga muncul kelihatan.

Suara nyanyian lapat-lapat membikin ingat satu kejadian.
Ketika di gili-gili Kanglam dengan sedih berpisahan.....


Demikianlah sajak ‘Kupu-kupu rindukan bunga’ yang dibuat oleh penyair kenamaan jaman Pak Song (Song Utara), Ouwyang Siu. Ia melukiskan pemandangan selagi seorang gadis Kanglam memetik teratai, dengan hanya menggunakan enam puluh huruf Tionghoa. Akan tetapi hanya dengan enam puluh huruf itu ia berhasil melukiskan musimnya, tempatnya, pemandangannya, parasnya sang nona, pakaiannya.

Ouwyang Siu tinggal lama di Kanglam, sehingga ia mengetahui benar keadaan di daerah itu. Musim semi dengan pohon yangliu-nya, musim panas dengan buah engtoh-nya dan musim rontok dengan gadis-gadisnya yang memetik buah teratai, adalah pemandangan istimewa dari Kanglam yang indah permai.....

********************


Pilih BabPILIH JUDULBab Berikut
DUNIA KANG-OUW © 2008 Template by:
SkinCorner